Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

penyu hijau
Potongan gambar warga mengevakuasi penyu hijau terdampar di Pantai Senggol, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. (Foto: istimewa)

Penyu Hijau Terdampar di Pantai Senggol Parepare, Bobotnya Capai 50 Kg



Berita Baru, Parepare – Seekor penyu hijau (Chelonia mydas) ditemukan terdampar di Pantai Senggol, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berat hewan yang dilindungi ini sekira 40-50 kilogram, sehingga masyarakat dengan tim rescue Damkar Parepare sedikit kesulitan saat mengevakuasi.

“Kami menerima informasi masyarakat di Pantai Senggol adanya penyu. Jadi tim rescue Damkar Parepare ke lokasi dan menemukan satu ekor penyu,” ujar Kabid Damkar Parepare, Fransiskus, Selasa (30/1/2024).

Fransiskus memperkirakan penyu itu terdampar disebabkan kondisinya kurang sehat.

Setelah melakukan pemeriksaan awal, lanjut dia, penyu tersebut langsung di evakuasi ke Posko Damkar Parepare.

“Diperkirakan terdampar saat ditemukan oleh masyarakat di area pantai Senggol karena kondisiya lemas. Hasil pemeriksaan awal kami sepertinya penyu ini seperti terbentur di karang,” ungkap Fransiskus.

“Jadi setelah kami evakuasi di lokasi, langsung kami bawa ke posko pemadam. Kami lakukan pembersihan untuk menetralisir kondisi fisik penyu,” tambahnya.

Dia mengatakan kondisi penyu yang dilindungi itu membaik setelah tim rescue melakukan pemeriksaan dan pembersihan.

“Alhamdulillah sebelum kami serahkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel kondisinya membaik,” jelasnya.

Penyu hijau tersebut telah dibawah Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Cabang Dinas Kelautan Ajatappareng Pemprov Sulsel, untuk di karantina.

Sementara itu, Seksi Konservasi Perlindungan Ikan Cabang Dinas Kelautan Ajatappareng Rani Saniputri menjelaskan penanganan penyu yang dilindungi di karantina sampai kondisinya membaik.

“Penanganan pertama kami, di karantina di bak karena katanya ini jenisnya penyu hijau,” jelasnya.

Di dalam bak, kata Rani, memastikan kondisi kepala tenggelam air asin dan karapasnya selalu basah.

“Kami pastikan kondisi kepala dalam keadaan tenggelam di air asin dan kondisi karapat harus selalu basah,” pungkasnya.