Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Copywriter
Copywriter

Mengenal Copywriter: Definisi, Job Description, Jenis, dan Skill yang Dibutuhkan



Makassar – Kamu pasti tidak asing dengan copywriter, kan? Copywriter merupakan salah satu profesi yang mampu mempengaruhi keputusan target konsumen.

Copywriter sangat berpengaruh di dunia bisni loh. Baik bisnis yang bergerak di industri kreatif maupun tidak, perusahaan menyadari bahwa kehadiran copywriter terbilang cukup esensial untuk keberlangsungan marketing perusahaan.

Jadi, peluangmu besar jika profesi ini memang yang kamu idamkan. Penasaran? Yuk, simak ulasan Glints di bawah ini.

Definisi Copywriter

Dilansir oleh Digital Marketer, copywriting adalah aktivitas atau pekerjaan menulis teks iklan atau materi publisitas.

Namun, tidak semua pekerjaan copywriter berhubungan dengan iklan. Ada juga copywriter yang menulis konten berita dengan tujuan memberi informasi saja.

Lalu, apakah seorang penulis buku seperti novel atau komik bisa disebut copywriter? Tentu tidak, mereka disebut novelis dan komikus.

Umumnya, peran dari seorang copywriter memang untuk mempromosikan sebuah produk atau jasa. Mereka turut bertanggung jawab akan citra perusahaan.

Job Description Copywriter

Dilansir dari Indeed, berikut merupakan beberapa deskripsi pekerjaan copywriter pada umumnya.

  1. Menulis konten yang jelas dan benar untuk keperluan perusahaan yang sesuai dengan tone of voice atau brand voice.
  2. Berdiskusi dengan klien untuk memahami apa pesan yang ingin mereka sampaikan, brand voice, dan target audiens mereka.
  3. Mengusulkan konsep copy dengan cara yang menarik kepada klien dan melaksanakan proyek sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.
  4. Mengubah brief dari tim kreatif atau tim lainnya menjadi sebuah copy yang persuasif dan menarik
    berkolaborasi dengan departemen PR dan marketing untuk mengembangkan ide marketing campaign
  5. Mendengarkan feedback dari klien untuk menyunting dan memodifikasi copy agar sesuai dengan kebutuhan mereka

Jenis-jenis Copywriter

Dilihat berdasarkan jenis-jenis copywriting, berikut adalah beberapa jenis profesi copywriter yang bisa kamu pelajari sebagaimana dilansir dari Make Use of.

1. Website copywriter

Ketika mengakses suatu website, kamu pasti membaca beberapa informasi dan teks di dalamnya, bukan?

Apa yang kamu rasakan jika teks tersebut tidak bisa membantumu memahami perusahaan atau produk yang mereka tawarkan dengan jelas? Sedikit menjengkelkan, bukan?

Oleh karena itu, website copywriter adalah profesi yang tidak bisa disepelekan. Kamu bisa menjelajahi beberapa situs untuk mempelajari strategi copywriting yang mereka gunakan.

2. Ads copywriter

Salah satu jenis copywriting yang paling banyak dibutuhkan adalah copywriting untuk iklan. Teks yang dimuat di dalam iklan harus mampu mempengaruhi target audiensmu untuk melakukan sesuatu yang diharapkan. Baik itu mengklik tombol, mengunjungi profil, atau membeli produk.

3. Social media copywriter

Konten-konten yang kamu lihat di media sosial adalah hasil karya social media copywriter. Mereka harus mampu membuat konten yang engaging namun sesuai dengan tone of voice dan brand personality.

4. Technical copywriter

Peranmu sebagai techincal copywriter adalah menjelaskan bagaimana caranya melakukan sesuatu. Jadi, teks yang dibuat biasanya dimuat dalam sebuah brosur, buku manual, panduan, dan lainnya.

Jadi, kamu harus mampu mengubah suatu panduan yang sangat teknis menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan dicerna oleh pembaca.

5. Niche copywriter

Sesuai namanya, niche copywriter adalah mereka yang memiliki spesialisasi di satu bidang saja.

Misalnya copywriter di industri kecantikan atau kesehatan. Artinya, kamu perlu memiliki pengalaman beberapa tahun terlebih dahulu supaya bisa menguasai keahlian yang dibutuhkan di industri tersebut.

Skill yang Dibutuhkan Copywriter

1. Menyajikan konten iklan yang kreatif

Bekerja yang berhubungan dengan iklan tentu menuntut kreativitas yang tinggi. Bisa dikatakan bahwa posisi ini memerlukan orang-orang yang kreatif dan bertalenta.

Sebab, pekerjaan yang membutuhkan kreativiatas seperti copywriter, terlebih berkaitan erat dengan iklan akan mempengaruhi pemasaran perusahaan.

Pemasaran yang dimaksud bukan menjual produk atau sales, tetapi lebih mengarah kepada bagaimana kamu bisa memproduksi iklan yang dapat memasarkan produk.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa pekerjaan ini berhubungan dengan citra perusahaan dan brand tertentu. Maka, kamu dituntut untuk memberikan konten yang ‘outside the box’ dan one of a kind.

Kedua faktor tadi akan menentukan apakah konten yang kamu ciptakan cukup persuasif hingga calon konsumen tertarik membeli produk/jasa dari perusahaan.

Selain itu, tantangan dari pekerjaan ini yaitu, copywriter bekerja berdasarkan deadline.

2. Copywriter harus cermat dalam melakukan pengamatan

Sebelum kamu membuat konten iklan untuk suatu produk atau jasa, kamu perlu melakukan pengamatan.

Tahap observasi ini dilakukan untuk mengetahui konten seperti apa yang sesuai dengan sasaran brand dan isu apa yang sedang tren.

Dengan melakukan observasi terlebih dulu, konten yang akan kamu buat bisa sesuai dan kemungkinan besar bisa tepat sasaran, serta memenuhi ekspektasi.

Konten yang dibuat oleh copywriter menuntut kreativitas dan harus bisa menjual. Oleh sebab itu, kekuatan utama dan dasar fundamental dalam pekerjaan ini adalah membuat copy (kata-kata).

Biasanya kamu perlu melakukan perencanaan yang tepat sebelum merealisasikannya. Kamu juga perlu melakukan wawancara, penelitian, hingga proses editing untuk produk atau jasa yang menjadi proyek kamu.

3. Kamu dituntut untuk bisa jadi siapapun

Pekerjaan yang dilakukan copywriter, berhubungan dengan target sasaran dan klien, yang mana keduanya memiliki latar beragam.

Untuk itu, sebagai copywriter kamu dituntut untuk bisa fleksibel dan luwes guna mampu menyesuaikan diri dengan profil atau identitas yang sedang kamu representasikan.

Hal tersebut tentunya membutuhkan penempatan diri kamu saat membuat konten. Misal, kamu akan membuat konten untuk produk/jasa yang target pasarnya adalah anak kecil umur 5-10 tahun.

Saat menulis iklan, kamu harus bisa memposisikan diri kamu sebagai anak kecil. Begitu juga jika kamu dituntut untuk menulis iklan dengan target pasar orang dewasa.

Itu lah mengapa kemampuan observasi juga menjadi poin penting yang harus copywriter punya. Melalui pengamatan yang cermat, kamu bisa mempelajari profil yang akan kamu representasi.

Sehingga nantinya, kamu akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam membuat tulisan. Selain itu, kamu akan berhubungan dengan klien di mana ada ketentuan atau keinginan mereka yang berbeda-beda.

4. Kemampuan untuk memahami penggunaan beragam media

Penulisan konten untuk iklan setiap media memiliki karakteristik masing-masing.

Penulisan konten iklan untuk media sosial Twitter misalnya, tentu berbeda dengan penulisan untuk konten iklan Instagram.

Pertama, jumlah karakter di Twitter memiliki batasan karakter, di mana konten iklan yang akan kamu desain harus jelas dan langsung bisa dipahami.

Selanjutnya, konten di Instagram memiliki bentuk yang beragam seperti IG Feed dan IG Story, sehingga konten yang di post juga akan berbeda.

Lain halnya lagi dengan penulisan konten iklan untuk blog. Format dan gaya penulisannya akan berbeda.

Melalui jumlah kata yang tidak terbatas, kamu bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk membuat konten iklan yang komprehensif. Misal, konten yang bersifat deskriptif.

Menjalani pekerjaan sebagai copywriter membutuhkan pengalaman dan tingkat kreativitas yang tinggi. Oleh karena itu, penting untuk terus belajar dan mengasah bakat yang kamu punya.

Namun, kamu juga perlu tahu kalau pekerjaan ini tidak begitu mengandalkan latar belakang pendidikan resmi guna menunjukkan bahwa kamu pantas.

Copywriting merupakan keahlian yang bisa dipelajari dan diasah. Jadi, apabila tidak memiliki gelar sarjana, kamu tidak perlu khawatir, ya! Walaupun umumnya, perusahaan akan lebih menyukai mereka yang memiliki gelar sarjana.

Untuk menyiasati hal tersebut, kamu yang belum/tidak memiliki gelar sarjana, sebaiknya memamerkan keahlianmu melalui kumpulan portofolio yang bisa kamu tampilkan di situs formal, media sosial, atau blog personal.

Dengan menampilkan portofolio-portofolio kamu, perusahaan atau klien bisa menaruh kepercayaan padamu.