Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

parepare
pedagang cabai di Pasar Lakessi Kota Parepare. (Foto: Beritabaru.co Sulsel)

Beras Hingga Cabai Rawit Penyumbang Besar Inflasi di Parepare pada Maret 2023



Berita Baru, Parepare – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare menerbitkan laporan perkembangan indeks konsumen atau inflasi bulan Maret 2023.

Dalam laporan dari BPS Parepare, angka inflasi Kota Parepare sebesar 5,89 persen year on year (yoy) di tahun 2023.

Di dalam laporannya itu, mencatat ada tiga penyumbang inflasi Parepare yang kembali tinggi.

Di antaranya makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,79 persen, kedua perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,31 persen dan ketiga transportasi sebesar 1,30 persen.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi month to month (m to m) pada Maret 2023, yakni beras, cabai rawit, ikan bandeng atau ikan bolu, cabai merah, emas perhiasan, telur ayam ras dan ikan asing teri.

Sementara komoditas yang memberikan sumbangan deflasi month to month Maret 2023, diantaranya bawang merah, ikan kembung, kacang panjang, tarif kendaraan roda dua online dan jagung manis.

Berdasarkan laporan BPS, lima kabupaten kota memiliki Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulawesi Selatan (Sulsel), Makassar menjadi penyumbang inflasi tertinggi year on year (yoy) sebesar 5,99 persen, kedua Parepare 5,89, Palopo 5,79 persen, Watampone 4,87 persen dan terakhir Bulukumba 3,77 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan sepanjang triwulan ketiga tahun 2023 tingkat inflasi relatif kendali.

Pudji Ismartini menyebut bulan Maret 2023, sebanyak 65 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi.

“Secara umum komoditas utama penyumbang inflasi di berbagai kota adalah tarif angkutan udara, beras, dan cabai rawit,” jelasnya, dikutip dari laman kemendagri.go.id, pada Sabtu (9/4/2023

“Sebagian besar kabupaten kota di Pulau Sulawesi tercatat mengalami kenaikan harga barang yang relatif tinggi dan untuk pulau Sumatera mengalami penurunan harga yang relatif dalam,” pungkasnya.