Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

kapolres parepare
Kapolres Parepare, AKBP Arman Muis. (Foto: Humas Polres Parepare)

Bantah Tahanan Narkoba Tewas Akibat Dianiaya, Kapolres Parepare: Dia Sakit



Berita Baru, ParepareKapolres Parepare AKBP Arman Muis membantah pernyataan keluarga yang menyebut tahanan narkoba berinisial MR (50) tewas akibat dianiaya.

Arman Muis menegaskan korban meninggal karena sakit.

“Ada keterangan dokternya kalau dia ada riwayat sakit,” kata Arman Muis, Jumat (3/4/2025).

“Meninggalnya di rumah sakit (bukan karena dianiaya),” tegasnya.

Kapolres Parepare itu menjelaskan MR sudah sering mengeluh sakit sejak ditangkap terkait kasus narkoba.

Hingga akhirnya, kata Arman, MR dibawa ke rumah sakit pada Minggu (30/3/2025) karena sesak nafas.

“Jadi gini, dia itu awal Februari ditangkap karena kasus narkoba. Di dalam (tahanan) dia memang sering sakit,” jelasnya.

“Berobat di rumah sakit. Pada saat malam takbiran dia sesak, dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Pihaknya pun mempertanyakan tuduhan keluarga yang menyebut MR dianiaya polisi.

Dirinya sekali membantah tuduhan tersebut.

“Tidak ada (korban tewas dianiaya),” tegasnya sekali lagi.

“Kondisi keterangan dokter itu sesak karena paru-paru (penyebab meninggal),” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Keluarga korban MR tahanan narkoba di Mapolres Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang meninggal dunia telah melaporkan kasusnya ke Propam.

Pihak keluarga menduga MR meniggal dunia setelah menerima penganiayaan yang dilakukan oknum polisi.

“Ini adek saya. Meninggal dunia kemarin malam,” kata kakak korban, Agusalim ke wartawan, Kamis (3/4/2025) malam.

Agussalim menjelaskan adiknya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare setelah menjalani perawatan, pada Rabu (2/4/2025) kemarin.

Pihaknya mengungkapkan sebelum menjalani perawatan di rumah sakit, MR telah mengeluhkan sakit di dalam sel narkoba di Lariang Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki.

“Malam takbiran itu, ada keluarga datang menjenguk memberikan makanan,” kata Agussalim.

“Di sana adik saja sudah tidak bisa bergerak karena sakit, makanya kami meminta izin polisi agar dibawa ke rumah sakit.”