
Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono Miliki Aset Bangunan Rp 6,9 Miliar
Berita Baru, Makassar – Kepala Bea Cukai Kota Makassar Andhi Pramono tengah menjadi sorotan di media sosial setelah diketahui harta kekayaannya Rp13,7 miliar.
Andhi Pramono berstatus ASN yang memiliki harta kekayaan yang cukup fantastis.
Plh Kepala Bea Cukai Makassar, Irwan AS mengatakan, yang bersangkutan sedang tidak berada di kantor dan telah berangkat ke Jakarta.
“Memang pak Andhi sekarang dalam rangka kenJaksrta, tentu beritanya harus diklarifikasi,” bebernya, Kamis (9/3/2023).
Irwan tidak ingin berkomentar lebih jauh tentang yang viral di media sosial dan pihaknya menilai hal tersebut telah masuk ke ranah privasi.
Dia juga menyebutkan sudah ada tim yang bertugas untuk memantau hal ini dan juga kinerja yang bersangkutan baik.
“Penilaian kami, kinerjany cukup baik. Tapi terkait dengan masalah pribadi, kami tentunya tidak bisa berkomentar, karena sudah ada tim yang melakukan penilaian maupun penelitian,” katanya.
Irwan juga mengutarakan Andhi Pramono selama ini tinggal di rumah dinas.
“Selama menjabat di sini, pak Andhi tinggal di rumah dinas di daerah Mappaodang,” tambahnya.
Walau sedang diterpa isi negatif, pelayanan di kantor Bea Cukai Makassar tetap berjalan dengan baik. Apalagi sudah terintegrasi dengan internet sehingga memudahkan masyarakat.
“Pelayanan kita tetap standby melakukan pelayanan dan juga karena pelayanan kita sekarang sudah banyak dengan mekanisme online,” ucapnya.
Berdasarkan hasil pantauan di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang di laporkan, total kakyaan yang dimilikinya Rp13,7 miliar per 2021.
Harta tersebut terdiri dari tamah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah sebesar Rp6,9 miliar.
Pembagiannya tanah di Salahtiga hasil sendir senilai Rp55,1 juta, tanah di Bekasi Rp82,4 juta, tanah dan bangunan di Jakarta Pusat hasil sendiri seharga Rp4,9 miliar.
Selanjutnya, ada tanah dan bangunan di Salatiga hibah dengan akta senilai Rp135,2 juta, Tanah di Karimun hasil sendiri senilai Rp 103,2 juta, dan tanah dan bangunan di Batam, hibah dengan akta senilai Rp 440 juta.
Kemudian tanah dan bangunan di Bogor, hasil sendiri senilai Rp 124,1 juta. Tanah di Banyuasin, hasil sendiri senilai Rp 50 juta, dan tanah di Cianjur, hasil sendiri senilai Rp 110,5 juta.
Terakhir ada di Karimun, hasil sendiri senilai Rp 54,7 juta, tanah dan bangunan.
Andhi Pramono juga melaporlan harta kekayaan berupa alat transportasi dan mesin antara lain Smart Sedan hasil sendiri senilai Rp75 juta, Toyota Jeep hasil sendiri senilai Rp960 juta.
Lalu Toyota Corolla Sedan, hasil sendiri senilai Rp 28,05 juta. Honda Brio, hasil sendiri senilai Rp 80 juta, Ford Sedan, hasil sendiri senilai Rp 260,05 juta.
Austin Sedan, hasil sendiri senilai Rp 72,05 juta dan Mini Morris Sedan, hasil sendiri senilai Rp 80,05 juta. Honda Sepeda Motor, hasil sendiri senilai Rp 9 juta, Honda Beat Sepeda Motor, hasil sendiri senilai Rp 5 juta.
Dan Piaggio Vespa, hibah dengan akta senilai Rp 9 juta.
Tidak hanya itu, harta kekayaan berupa harta bergerak lainnya senilai Rp 706,5 juta, surat berharga Rp 2,9 miliar, dan kas Rp 1,21 miliar.