
Warga Parepare Keluhkan Tarif PDAM, Bayar Hingga Rp600 Ribu
Berita Baru, Parepare – Warga Parepare mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Facebook.
Akun Linc Skaw memposting keluhannya di Facebook terkait tarif PDAM Parepare.
Keluhannya pun ditanggapi oleh netizen dengan perasaan yang sama.
“Banyak sekali dibayar air PDAM perbulannya 500-600 ribuan kadang lebih sedangkan pemakaian biasa saja. Sudah lama begini terus,” katanya dalam postingannya.
“Pernah ke kantor lapor katanya dikasib air berkelas karena ada usaha dibelakang rumah, tapi pemakaian biasa toh. Saya tidak percaya data yang ada di rekeining air,” tambahnya.
“Mauki tes meter normal atau tidak, tapi katanya bisa ji dites meteran kalau dibayar semua tunggakan lalu. Lagian itu golongan air berkelas. Apa hubungannya usaha dengan pemakaian air. Soalnya usaha itu sudah tetap bayar pajak pertahun,” tulisnya lagi.
“Malah dinaikin juga tarif air karena ada usaha. Sudah minta diturunkan, ngaku sudah turun masih tetap gol K3c tapi bohong. Degaga solusi kodong,” tambahnya.
Akun Facebook Rose Imoetz ikut juga berkomentar karena merasakan hal yang sama.
“Karena dirumah juga sering ngeluh bayar air PDAM mahal-mahal sampai 37 m³ setiap bulan. Padahal sebelum ganti kilometer paling bawah 10 m³ setiap bulannya,” ucapnya.
“Lapor ke kantor jawabannya cuma itulah pemakaian sesuai yang ada di kilometer, padahal air yang ada kecil sekali nyampenya biar di fullkan. Solusinya cuma 1, pasang air bor, langsung irit pembayaran airnya,” tambahnya.
Sementara akun lainnya Herman Dini mengeluhlan hal yang sama tingginya tarif pembayaran air PDAM, padahal pemakaiannya malah menurun.
“Ternyata bukan saya saja begitu, saya punya kos 7 kamar, kalau terisi semua paling banyak bayar 250 ribu itu sudah berlangsung lama,” ucapnya.
“Sejak bulan Januari 2023, saya bayar sampai Rp1.700.000 per bulan sedangkan cukan empat kamar terisi dan sudah empat bulan ini,” tambahnya.
Netizen juga mengungkapkan telah melaporkan ke pihak PDAM Parepare namun diduga ada instalasi yang bocor.
“Kenapa bisa sedangkan instalasi tidak pernah di korek-korek atau diganggu-ganggu dari dulu, ini pasti ada permainan,” ujarnya.
Salah satu pelanggan, Erwin mengeluhkan pelayanan PDAM Parepare.
“Dulu paling mahal saya bayar itu Rp60 ribu per bulan,” ucapnya, Sabtu (27/5/2023).
Namun dirinya harus membayar tinggi tagihan air PDAM dua kali lipat dari sebelumnya.
“Bulan Februari kemarin saya hanya membayar Rp65 ribu, Maret naik sekali Rp200 ribu dan April turun Rp180 ribu,” ujar Erwin.
“Saya prediksi untuk pembayaran bulan Mei ini, akan naik lagi. Padahal saya hanya bertiga dirumah. Tavihannya tidak sesuai dengan penggunaan,” protesnya.