
Versi EIU, Skor Indeks Demokrasi Indonesia Alami Stagnasi Berada di Rangking 54 Dunia
Makassar – Skor indeks demokrasi global yang diluncurkan The Economist Intelligence Unit (EIU) menunjukkan Indonesia mengalami stagnasi. Indonesia berada di bawah Kolombia dan Filipina. Indonesia berada di peringkat ke-54 dari 167
Dilansir dari halaman detikcom (2/2/23), laporan indeks demokrasi ini dirilis oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) pada Februari ini. Adapun indeks ini memiliki skala nilai dari 0 hingga 10.
Pengukurannya didasarkan pada peringkat 60 indikator, yang semuanya dikelompokkan ke dalam lima kategori yaitu
- Proses pemilu dan pluralisme
- Kebebasan sipil
- Fungsi pemerintah
- Partisipasi politik
- Budaya politik
Setiap kategori tersebut memiliki peringkat pada skala 0 sampai 10, dan indeks keseluruhan adalah rata-rata sederhana dari lima indeks kategori.
Jumlah negara yang mencatat peningkatan skor ada 75 negara. Hasil ini meningkat dibandingkan pada 2021, ketika hanya 47 yang skornya naik. Namun, skor indeks untuk 92 lainnya mengalami stagnasi yakni 48 atau menurun 44 pada 2022. Indonesia termasuk 48 negara ini.
Norwegia meraih peringkat pertama dengan skor 9,81. Peringkat kedua disusul oleh Selandia Baru dengan skor 9,61. Kemudian peringkat ketiga ada Islandia dengan skor 9,52.
Sedangkan Indonesia kini berada di peringkat ke-54 dari 167 negara dengan skor 6,71. Skor ini sama dengan indeks demokrasi 2021. Namun, peringkat Indonesia turun dari 52 ke 54.
Indonesia berada di bawah Kolombia yang duduk di peringkat ke-53, yakni dengan skor 6,72. Indonesia juga berada di bawah Filipina yang peringkat ke-52 dengan skor 6,73 dan Malaysia yang peringkat ke-40 dengan skor 7,30.
Berdasarkan Skor indeks demokrasi global Indonesia juga masih masuk kategori demokrasi cacat (flawed democracy).