Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

makassar

Tanyakan Soal Jumlah Kuburan dan Ambulans, Politisi Partai Ummat Makassar: Tak Cerminkan Visi Seorang Pemimpin



Berita Baru, Makassar – Politisi muda dari Partai Ummat, Muhammad A. Latif menyayangkan yang terjadi di debat kedua Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar.

Muhamad menilai pertanyaan calon wakil wali kota Makassar nomot urut 2, Rezki Mulfiati Litfi soal jumlah ambulans dan kuburan di Kota Makassar.

“Sejatinya dalam debat publik itu merupakan wadah untuk menyampaikan gagasan, ide-ide serta visi-misi demi masa depan Kota Makassar,” kata Muhamad.

“Ada gagasan disitu yang harus dimanfaatkan oleh para paslon. Gagasan yang berbasis kompetensi,” tambahnya.

“Hal lain juga yang perlu dipahami didalam debat Pilkada itu, Paslon memahami pokok-pokok persoalan dan melihat isu yang lebih krusial untuk warga masyarakat Makassar,” jelasnya.

“Seperti masalah kesejahteraan masyarakat, keadilan, kemacetan, transportasi, banjir, sampah, tata kelola lingkungan, dan sebagainya, sesuai dengan tema debat” lanjut dia.

kpu parepare

Muhamad menyebut pertanyaan yang harus dihadirkan dalam debat adalah menyangkut persoalan warga.

Hal tersebutlah merupakan hal penting bukan ditanyakan yang tak penting.

“Bukan berarti perihal yang ditanyakan tidak penting. Semua hal yang menyangkut masyarakat hajat hidup orang banyak, itu penting,” tegasnya.

“Ada hal-hal yang lebih krusial yang sifatnya substansi yang perlu dipahami secara pendalam setiap calon. Bukan malah mengangkat topik yang kurang berbobot dan tidak mencerminkan visi calon pemimpin,” ujarnya menambahkan.

Muhamad mengatakan pemimpin harus memiliki ide dan gagasan yang mampu melihat segala persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Seorang pemimpin itu harus mempunyai kapabilitas yang didasari oleh ide dan gagasan yang mampu melihat secara komprehensif dengan substansi yang jelas,” imbuhnya.

Politisi Partai Ummat itu mengingatkan masyarakat Makassar untuk bisa menilai dan menetapkan pilihannya yang betul-betul calon pemimpin yang dibutuhkan saat ini.

“Masyarakat Makassar bisa menilai dan memantapkan pilihan, paslon yang betul-betul siap dan mana yang tidak. Siap dengan visi-misi serta program kerjanya, siap dengan ide & gagasannya, dekat dengan pokok-pokok persoalan di masyarakat, serta memiliki kerja nyata dibuktikan dengan rekam jejak yang jelas,” ujarnya.

“Jangan sampai kita memilih paslon yang jangankan memahami dan melihat pokok-pokok persoalan yang lebih krusial dan substansi, untuk mempersiapkan dirinya saja tidak siap. Ini sangat berbahaya ke depannya,” tutupnya.