
Tahanan Narkoba Polres Parepare Tewas di Dalam Sel, Keluarga: Sudah Kami Laporkan ke Propam
Berita Baru, Parepare – Keluarga korban MR tahanan narkoba di Mapolres Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang meninggal dunia telah melaporkan kasusnya ke Propam.
Pihak keluarga menduga MR meniggal dunia setelah menerima penganiayaan yang dilakukan oknum polisi.
“Ini adek saya. Meninggal dunia kemarin malam,” kata kakak korban, Agusalim ke wartawan, Kamis (3/4/2025) malam.
Agussalim menjelaskan adiknya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare setelah menjalani perawatan, pada Rabu (2/4/2025) kemarin.
Pihaknya mengungkapkan sebelum menjalani perawatan di rumah sakit, MR telah mengeluhkan sakit di dalam sel narkoba di Lariang Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki.
“Malam takbiran itu, ada keluarga datang menjenguk memberikan makanan,” kata Agussalim.
“Di sana adik saja sudah tidak bisa bergerak karena sakit, makanya kami meminta izin polisi agar dibawa ke rumah sakit.”
“Tapi korban disuruh jalan kaki ke rumah sakit dengan keadaan seperti itu,” tambahnya.
“Sempat dibawa di RS Khadija tapi ditolak, kemudian dirujuk ke RSUD Andi Makkasau,” ujarnya menambahkan.
Di rumah sakit, lanjut Agussalim, keluarga curiga dikarena sekujur tubuh korban ada lebam dan bahkan tulang rusuk patah.
Dirinya mengungkapkan adiknya itu sempat menceritakan kepada beberapa saudaranya yang lain kalau di dalam sel sering dianiaya oleh oknum polisi.
“Sadar sebelum masuk ruang ICU, itu mi dia masih bicara di ruang perawatan kepada adik saya kalau dia sering dipukuli. Setelah itu masuk ICU meninggal mi juga,” ungkapnya.
“Banyak luka lebam di tubuhnya, kemudian tulang rusuknya itu menonjol seperti patah. Makanya kami duga itu yang membuatnya sakit terus meninggal,” bebernya.
Pihak keluarga pun telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke pihak Propam Polres Parepare.
“Sudah kami laporkan ke Propam, kami minta keadilan di sini. Polisi yang menganiaya adik kami harus ditindak,” tegas Agusalim.
Hingga kini, pihak Polres Parepare belum memberikan keterangan soal penganiayaan tersebut.