Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

survei

Survei: TNI Paling Dipercaya Publik, Polri dan Parpol di Posisi Dua Terbawah



Berita Baru, Jakarta – Indikator Politik Indonesia dalam surveinya turut mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

Hasilnya TNI menjadi lembaga yang paling dipercaya publik sedangkan Polri dan partai politik (parpol) berada di posisi dua terbawah.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat menyampaikan hasil surveinya bertajuk Kinerja Lembaga Penegak Hukum di Mata Publik dan Penanganan Kasus-Kasus Besar. Hasil survei disampaikan secara daring.

Awalnya, para responden diminta memilih tingkat kepercayaan mereka terhadap nama-nama lembaga yang disebutkan. Mereka ditanya apakah sangat percaya, cukup percaya, kurang percaya, atau tidak percaya sama sekali terhadap suatu lembaga.

Tercatat, 24,9% responden sangat percaya, 68% responden percaya, 5% responden kurang percaya, dan 1% tidak percaya sama sekali terhadap TNI.

“Di bulan akhir Oktober awal November, kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara termasuk lembaga penegakan hukum dan lembaga demokrasi itu paling tinggi masih dipegang oleh TNI,” kata Burhanuddin saat menyampaikan hasil surveinya, Senin (28/11/2022).

Selanjutnya ada presiden dengan 18,9% responden yang sangat percaya dan 69,5% yang cukup percaya. Lalu ada Mahkamah Agung (MA) dengan 8,1% yang sangat percaya dan 72,3% yang cukup percaya. Mahkamah Konstitusi (MK) ada 7,4% responden yang sangat percaya dan 72,2% yang cukup percaya.

Untuk Kejaksaan Agung (Kejagung) ada 9,6% responden yang sangat percaya dan 67,9% yang cukup percaya. Pengadilan ada 9% responden yang sangat percaya dan 67,8% yang cukup percaya.

MPR ada 7,2% responden yang sangat percaya dan 64,7% yang cukup percaya. KPK ada 8,6% responden yang sangat percaya dan 62,4% yang cukup percaya.

Lalu DPD ada 6,1% responden yang sangat percaya dan 62,6% yang cukup percaya. DPR ada 5,3% responden dan 58,9% yang cukup percaya.

Sementara itu, Polri dan parpol menempati posisi dua terbawah dari segi tingkat kepercayaan publik. Disebutkan, 8,7% responden sangat percaya, 51,8% cukup percaya, 33,2% kurang percaya, 5,21% tidak percaya sama sekali terhadap Polri.

Lalu 3,9% responden percaya, 52,8% cukup percaya; 34% kurang percaya, dan 6,8% tidak percaya terhadap parpol.

Survei nasional ini berlangsung pada tanggal 30 Oktober – 5 November 2022. Populasi survei yakni warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yaitu berumur 17 tahun atau lebih, atau telah menikah saat survei berlangsung.

Penarikan sampel memakai metode multistage random sampling. Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1.220 orang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional dengan asumsi metode simple random sampling. Margin of error survei ini sekitar plus minus 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Responden terpilih pada survei ini diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara terlatih.