
Napi Kabur dari Lapas Parepare Kembali Ditangkap Saat Tidur di Rumah Neneknya
Berita Baru, Parepare – Narapidana (napi) di Lapas Kelas IIA Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Heri bin Herman (22) akhirnya ditangkap kembali setelah kabur menerobos pagar kawat berduri.
Napi kasus pencabulan anak ini diciduk saat tengah tertidur di rumah neneknya.
“Sudah tertangkap di daerah Kupa, Kabupaten Barru. Dini hari tadi ditangkap di rumah neneknya,” kata Kabid Kanwil Kemenkumham Surianto, Rabu (31/1/2024).
Heri ditangkap setelah petugas mendapatkan petunjuk dari keluarganya.
Tim Resmob Polres Parepare dan Lapas Parepare menuju ke lokasi persembunyian napi tersebut.
“Keluarga diduga ikut melindungi warga binaan yang kabur ini,” jelasnya.
“Dan juga mengakui dibawa ke Barru sehingga tim bergerak ke lokasi untuk menangkapnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Parepare Iptu Setiawan mengatakan, napi tersebut ditangkap saat tidur terlelap.
Setelah berhasil diamankan, lanjut dia, Heri pun kemudian dibawa kembali ke Kota Parepare.
“Dalam keadaan tidur saat ditangkap. Tidak ada perlawanan dari yang bersangkutan,” jelas Setiawan.
Setiawan menjelaskan napi tersebut sementara diamankan ke Polres Parepare dan akan diserahkan ke Lapas Parepare setelah pemeriksaan rampung.
“Kami interogasi di Polres dulu untuk sementara,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Heri bin Herman (22) kabur dari Lapas Kelas IIA Parepare pada Minggu (28/1/2024) sekira pukul 19.45 Wita.
Napi tersebut diduga memanjat tembok yang dikelilingi kawan berduri di Lapas Parepare, setelah ditemukan jejak darah dari napi tersebut.
“Kejadian itu terjadi pukul 19.45 Wita setelah salat isya. Karena begitu salat isya mereka akan kita masukkan di kamar, ternyata yang bersangkutan tidak ada. Kita langsung cari dimana posisinya, ternyata mereka melakukan pelarian,” katanya, Senin (29/1/2024).
Toto menyebut Heri bisa melewati kawat berduri setelah menutupnya menggunakan celana. Meski begitu, Heri tetap terluka usai nekat menerobos kawat berduri tersebut.
“Dia menggunakan celananya untuk melindungi diri dari tembok kawat. Namun dalam posisi dia melindungi itu tidak sampai melindungi tangan dan kakinya, sehingga diduga ada luka di tangan dan kakinya,” jelasnya.