Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

parepare
Plt Direktur RS Asri Ainun Habibie Parepare, Mahyuddin saat ditemui awak media di ruangannya. (Foto: Istimewa)

Dejavu, Praktek Besarkan Alat Kelamin Pria Kembali Gegerkan Parepare



Berita Baru, Parepare – Warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali digegerkan kasus membesarkan alat vital laki-laki yang berujung infeksi dan harus mendapat penanganan khusus di rumah sakit, di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Beberapa tahun yang lalu, dengan kasus yang sama juga menggegerkan kota kelahiran presiden ke-3 BJ Habibibie.

Plt Direktur Rumah Sakit Asri Ainun Habibie Parepare, Mahyuddin Rasyid mengatakan tahun 2015 lalu, mendapatkan kasus membesarkan alat kelamin laki-laki menggunakan minyak kemiri.

Ia mengatakan minyak kemiri itu disuntikkan ke alat kelamin pasien.

“Tahun 2015 lalu, kami menemukan kasus membesarkan alat vital atau kelamin pria memakai minyak kemiri. Lalu, disuntikkannke alat kelamin mereka,” jelasnya, Sabtu (9/9/2023).

“Sekarang, kita kemabli menemukan dua kasus yang sama,” ungkapnya.

Plt Direktur RS Asri Ainun Habibie menjelaskan awalnya kedua pasien ini mengenal metode membesarkan alat kelamin dari temannya yang pernah melakukan sebelumnya dengan metode suntik dengan minyak kemiri atau dengan memakai suntik silikon.

Mahyuddin mengungkapkan efeknya akan terjadi pembesaran, akan tetapi beberapa minggu setelah disuntikkan pasien mengeluhkan sakit di sekitar alat kelaminnya.

“Kasus ini ada dua, kami dapatkan karena pasien ini mengeluhkan sakit di sekitar bagian scrotum atau kantung kulit pembungkus organ reproduksi pria,” bebernya.

“Kedua pasien mengeluhkan di kantung kemihnya merasakan nyeri efeknsuntik benda asing yang masuk dan bahkan, kami menemukan ada nanah yang keluar,” katanya menambahkan.

Adanya kasus tersebut, menbuat dokter yang ada di Parepare mengambil tindakan penanganan serius.

Menurutnya, zat yang disuntikkan bisa menyebabkan infeksi di batang alat kelamin.

“Setelah disuntikkan zat asing ke dalam batang, awalnya pasien merasakan alat kelaminnya on terus menerus. Bahkan, pasien ini rasakan pasca semiggu melakukan suntikan ke alat kelaminnya,” ungkap Direktur RS Asri Aninun Habibie.

Mahyuddin mengkhawatirkan adanya pasien lanjutan dengann kasus yang sama.

Ia pun meminta agar masyarakat tidak ikut-ikutan membesarkan alat vital mereka apalagi bukan orang profesional dan akan membuat penyesalan.

“Niatnya mereka ini punya niatan untuk memuaskan pasangannya. Tapi apa yang mereka lakukan ini hanya penyesalan dirasakan,” tegasnya.