
Cuaca Buruk, Memaksa Nelayan di Parepare Tidak Pergi Melaut
Berita Baru, Parepare – Cuaca buruk telah menghantam perairan Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Keadaan ini memaksa nelayan untuk tetap berada di darat selama sebulan terakhir.
Pasalnya beberapa hari terakhir ombak besar dan angin kencang telah menyebabkan ketidakmungkinan para nelayan utnuk melaut dan mencari nafkah.
Kondisi cuaca buruk ini ditandai dengan hujan lebat dan naiknya gelombang laut, emmberikan dampak signif
Kondisi cuaca ekstrem ini ditandai dengan hujan lebat dan naiknya gelombang laut, memberikan dampak signifikan bagi para nelayan.
Mereka yang biasanya mengandalkan tangkapan ikan sebagai sumber pendapatan utama, sekarang terhambat dan terpaksa menunda kegiatan melaut.
Ketimbang resiko mengalami kecelakaan laut, oleh karenanya para nelayan memilih berhenti beroperasi.
Salah seorang nelayan Parepare, Samsuddin menyebut alasannya memarkir perahunya di daratan akibat cuaca buruk.
“Kondisi cuaca di pesisir pantai kencang angin dan ombak juga tinggi. Makanya perahu saya naikkan dipinggir takutnya rusak nanti perahu dihantam ombak,” katanya.
Dia mengatakan lebih baik tidak melaut untuk sementara untuk menghindari kecelakaan akibat ombak tinggi dan angin kencang.
“Sekarang tidak bisa turun cari ikat karena angin kencang sekali. Apalagi kalau pasang air ombaknya tinggi,” ujarnya.
Selama tidak melaut, nelayan ini harus mencari pekerjaan lain untuk menafkahi keluarganya akibat cuaca buruk.
“Biasa kerja-kerja di rumah. Kalau tidak ada pekerjaan, biasanya perbaiki sedikit-sedikit kapal,” katanya menambahkan.
Hal yang sama juga dikatakan Abdul Hakim, juga tidak turun melaut akibat cuaca buruk.
“Tidak melaut ini, ombaknya sangat tinggi ini dan anginnya juga kencang,” ujarnya.
Dia mengatakan jika surut air laut cuaca normal namun juga tetap tidak bisa melaut karena perahunya berada dipesiri.
“Kalau surut air laut itu tidak terlalu kencang angin. Kalau sudah pasang anginnya kencang dan ombaknya juga tinggi,” katanya.